BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?


   
Click Here!

 

Ketua Pasamuan Agung 2004: Ya, Mahanayaka STI Dihapus!

[17 Juni 2004]

BuddhistOnline.com - "Ya, secara struktural jabatan Mahanayaka STI dihapus!" demikian tegas Y.M Jagaro Thera menjawab BuddhistOnline.com ketika dihubungi di Vihara Nusa Dhamma, Cilacap, mengenai salah satu keputusan yang diambil dalam Pasamuan Agung Sangha Theravada Indonesia (STI) 2004 di Jakarta belum lama ini. Jawaban dari Bhante Jagaro yang bertugas menjadi ketua dalam Pasamuan Agung STI 2004 itu sekaligus merupakan jawaban atas keraguan dan penolakan segelintir orang terhadap kebenaran berita seputar penghapusan jabatan Mahanayaka STI yang dimuat sebagai "Berita Terkini" di halaman depan BuddhistOnline.com beberapa hari lalu.

Dengan dihapuskan jabatan tersebut oleh Pasamuan Agung STI 2004, maka mau tidak mau Y.M. Sri Paññavaro Mahathera yang sejak tahun 2000 berada diposisi itu otomatis, "Berhenti sebagai Mahanayaka STI, sehingga saat ini Thera Samagama (Dewan Sesepuh) tanpa ketua," kata bhikkhu koordinator Padesa Nayaka wilayah Indonesia Tengah 2003-2006 itu lebih lanjut. Kepastian ini juga sekalian menepis isu bahwa Bhante Paññalah yang mengundurkan diri sebagai Mahanayaka STI seperti yang sempat beredar beberapa hari lalu.

Keputusan penghapusan posisi Mahanayaka STI tersebut memang mengejutkan dan mengundang banyak tanya. Di samping terkesan tiba-tiba, kalau ditelusuri lebih lanjut sebenarnya keputusan itu juga bertentangan dengan salah butir keputusan Pasamuan Agung STI tahun 2000, terutama pada Bab I Pasal 3 butir 3. Di situ, disebutkan bahwa: Mahanayaka (Kepala Sangha) dipilih dari, dan diangkat oleh Thera Samagama (Dewan Sesepuh). Berdasarkan hal itu, terbaca jelas seharusnya yang memberhentikan Mahanayaka adalah Thera Samagama juga. Sementara yang terjadi saat ini, Mahanayaka STI diberhentikan (kalau tidak mau disebut dicopot) oleh Pasamuan Agung tahunan. Menanggapi hal itu, Bhante Jagaro mengatakan, "Pasamuan Agung merupakan otoritas tertinggi dalam STI sehingga memiliki kewenangan untuk itu."

Mungkin agar tidak dipermasalahkan lebih lanjut, berbarengan dengan penghapusan jabatan Mahanayaka, butir yang terkait erat dengan tata cara pemilihan dan pengangkatan Mahanayaka tersebut ikut dihapus beserta dua butir lainnya. "Butir 1, 2, dan 3 ditiadakan, "kata Bhante Jagaro yang juga menjadi ketua dalam Pasamuan Agung tahun 2000 itu. Meskipun begitu, butir 5 yang memuat masa bakti anggota Thera Samagama (di mana Mahanayaka termasuk di dalamnya) adalah 5 tahun tetap menyisakan pertanyaan karena Bhante Panna baru menginjak masa bakti tahun ke-4 sebagai Mahanayaka STI.

Asal tahu saja, isi kedua butir itu adalah: Sangha Theravada Indonesia dikepalai oleh seorang Mahanayaka (Kepala Sangha) dan dalam menjalankan tugasnya, Mahanayaka (Kepala Sangha) dibantu oleh seorang atau lebih Upa Mahanayaka (Wakil Kepala Sangha) dan anggota yang terhimpun dalam Thera Samagama (Dewan Sesepuh).

"Mahanayaka itu sendiri sebenarnya bukan merupakan suatu jabatan. Sebenarnya Mahanayaka itu adalah kepala bhikkhu, bukan kepala organisasi, "ujar Bhante Jagaro lagi.

Yang bikin penasaran, sebenarnya apa sih yang melatarbelakangi munculnya keputusan final yang cukup menghebohkan seperti itu? Sepertinya ada masalah yang besar sekali dibalik semua itu. Menurut Bhante Jagaro, salah satunya adalah karena stempel STI. "Contohnya, dalam buku Anguttara Nikaya. Di situ ada tanda tangan Mahanayaka STI dan stempel STI, padahal Mahanayaka seharusnya tidak memegang stempel STI. Selama ini antara komponen-komponen STI belum saling menyambung. Masih kurang koordinasi. Nah, biar umat tidak bertanya-tanya, tidak muncul gejolak di kalangan umat, dan menjaga agar supaya kejadian seperti itu tidak terulang lagi maka diputuskan jabatan Mahanayaka STI dihapus, Keputusan mengenai hal itu diambil secara voting. Saat itu, yang menyetujuinya ada lebih dari separuh yang hadir. Ada juga yang blank (abstain -red), "kata Bhante Jagaro mencoba menggambarkan latar belakangan diambilnya keputusan menghilangkan jabatan yang mulai ada sejak tahun 2000 itu.

Jadi, alasannya bukan karena ada yang merasa kekuasaannya tersaingi atau intrik politik di dalam STI? "Gak jugalah. Setahu saya tidak ada perasaan seperti itu. Bukan juga terjadi intrik politik. Gak ada itu, "bantah Bhante Jagaro. Mudah-mudah memang demikian yang sebenarnya terjadi, bukan karena persaingan ataupun intrik tertentu... ehm. (ben-ch)

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]