{"id":36,"date":"2005-10-01T06:30:52","date_gmt":"2005-10-01T06:30:52","guid":{"rendered":"http:\/\/buddhistonline.com\/wp\/tanyadhamma\/tanya34\/"},"modified":"2006-09-05T21:43:42","modified_gmt":"2006-09-05T21:43:42","slug":"tanya34","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/buddhistonline.com\/wp\/tanyadhamma\/36\/","title":{"rendered":"Keinginan, Penderitaan, dan Kebodohan"},"content":{"rendered":"<div class=\"topcontent\">Apa maksud dari &#8220;keinginan itu awal dari penderitaan&#8221; tapi &#8220;tidak ada keinginan adalah bodoh&#8221;? Lalu, bagaimana kita menjalani kehidupan ini?<\/p>\n<p><em><strong>Jeffry, Jakarta<\/strong><\/em><\/div>\n<p><!--more--><\/p>\n<div class=\"midcontent\"><strong>Jawaban dari Selamat Rodjali:<\/strong><\/p>\n<p>Namo Buddhaya,<br \/>\nIstilah &#8220;keinginan&#8221; merupakan salah kaprah terjemahan dari <em>tanha<\/em>. Sebenarnya <em>tanha<\/em> adalah hasrat rendah yang dilekati oleh lobha (terikatnya batin terhadap objek). <em>Tanha<\/em> inilah sebab <em>dukkha<\/em>.<\/p>\n<p>Keinginan mencapai kesucian seperti Bodhisatta merupakan <em>dhammachanda<\/em>, bukan <em>tanha<\/em>. Namun Bahasa Indonesia memang miskin istilah, sehingga <em>dhammachanda<\/em> sering diterjemahkan keinginan. Kami harap Saudara menjadi jelas atas perbedaan istilah tersebut.<\/p>\n<p>Kita harus mengerti dan memahami hakekat kehidupan itu, yaitu dicengkeram oleh perubahan (<em>anicca<\/em>), ketidakpuasan (<em>dukkha<\/em>), dan tak dapat dimiliki (<em>anatta<\/em>). Bila kita memahaminya, maka bila ketiga fenomena di atas menimpa kepada kehidupan kita, maka kita tidak akan stres. Sebaliknya batin akan seimbang. Pemahaman ini akan jauh lebih ampuh daripada janji-janji surgawi.<\/p>\n<p>Semoga bermanfaat. Semoga semua mahluk berbahagia. <\/p><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa maksud dari &#8220;keinginan itu awal dari penderitaan&#8221; tapi &#8220;tidak ada keinginan adalah bodoh&#8221;? Lalu, bagaimana kita menjalani kehidupan ini?<br \/>\nJeffry, Jakarta<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/buddhistonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36"}],"collection":[{"href":"http:\/\/buddhistonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/buddhistonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/buddhistonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/buddhistonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/buddhistonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/buddhistonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/buddhistonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/buddhistonline.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}